Senin, 09 Juni 2008

INFORMASI

Diberitahukan Kepada Masyarakat Kota Bogor
Baik Pelajar, Mahasiswa, dan Lainnya
Bahwa Tanggal 21 Juni 2008.
Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor
Akan Mengadakan AKSI SOSIALISASI INDONESIA KUAT
DEMI KESEHATAN KITA,
DEMI LINGKUNGAN KITA,
DAN DEMI KEPEDULIAN KITA TERHADAP MASYARAKAT.


Mari Bergabung Pukul 07.00 WIB tanggal 21 Juni 2008 di Jl.Pemuda Nomor 4 GOR Padjajaran Kota Bogor

Minggu, 08 Juni 2008

ADA APA ????

Ketika Pengambilan Kebijakan Bagi Rakyat Mengorbankan PoPularitas

Oleh : Toto Sugiarto[1]

Tak terasa satu tahun lagi, dan bahkan bisa dihitung beberapa bulan, akan diadakan Pemilihan Umum Presiden secara langsung. Dimulai pada 2004 PEMILU yang dilaksanakan secara langsung untuk memilih Presiden dan wakilnya. Rakyat Indonesia merasa NKRI ini sudah dibawa kearah “lebih baik” dengan dihembuskannya alam demokrasi dalam bentuk segar. Hal itu dikarenakan pemilu sudah dilaksanakan dari tahun 1955, tetapi rakyat memilih secara langsung baru tahun 2004. Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan Wakilnya Jusuf Kalla (JK) adalah Presiden dan Wakil Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat Indonesia pertama kali.

Seiring bergulirnya roda pemerintahan SBY dan JK, pemerintahan terasa dibawa kepada arah good and clean governance yaitu tata kelola yang bersih dan baik. Pemerintah melaksanakan reformasi birokrasi secara bertahap dan terencana.[2] Dengan menetapkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2004-2009, dalam RPJM Nasional tercantum tiga agenda pembangunan nasional, yaitu agenda menciptakan Indonesia yang aman dan damai; agenda menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis; dan agenda meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Aritoteles “Bapak Ilmu Politik” yang dianggap sebagai warga negara ialah mereka yang turut mengambil bagian dalam tata pemerintahan. Mengapa demikian karena melihat kondisi yang ada di pemerintahan tentu rakyat akan terus mengambil tempat dimana kebijakan publik dikumandangkan.

Sehingga bila permasalahan bangsa dan negara timbul maka akan berdampak bagi popularitas seorang penentu kebijakan bagi rakyat (pemimpin). Bagi rakyat Indonesia saat ini adalah bagaimana mereka turut serta mengkritisi pemerintahan yang “agaknya” tidak sejalan dengan kemauan rakyat.

Saat ini kenaikan harga minyak dunia telah membawa republik ini harus ekstra keras berfikir untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Dampak secara langsung ialah subsidi BBM dikurangi dan rakyat harus ekstra berfikir lagi, akibat keadaan ini. Kenaikan harga BBM akan membawa harga-harga di pasar akan menaik pula. Maka tindakan kongkrit oleh pemerintah ialah Bantuan Langsung Tunai (BLT) digulirkan sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.

Ketika pemerintah harus eksrta berfikir dalam memikirkan kondisi Indonesia. Sudah tentu akan diikuti sebuah kebijakan yang akan berdampak pada sebuah popularitas bagi sang penentu kebijakan. Karena apa, kebijakan yang diambil dan dilaksanakan jika itu membawa dampak pada rakyat secara menyeluruh maka suara-suara disana dan disini akan bergema. Rakyat Indonesia seperti kita tahu sudah mendapatkan pembelajaran baik dari media, maupun dari hal lainnya yang relevansi. Maka ketika Presiden SBY mengulirkan kebijakan untuk mengurangi subsidi BBM dan berdampak pada kenaikan harga BBM, ketika itu pula teriakan akan tidak memilih dalam PILPRES serta menuntut untuk mundur dari kursi RI 1 ini makin keras dari berbagai aktivis.

Memang ketika kita “berpolitik” pengambilan keputusan yang akan diiringi sebuah paradigma berfikir kedepan disitu sebuah pilihan akan bertemu pada suatu titik temu. Ketika Presiden SBY mengkoordinasikan dengan berbagai pihak dan telah menyiapkan BLT, sebagai kompensasi kenaikan harga BBM, maka siap-siaplah “Tim Sekoci” SBY bekerja ekstra keras lagi untuk 2009. Hal itu di karenakan popularitas SBY kini telah menurun drastis dimata rakyat Indonesia. Kenapa hal itu bisa terjadi, hal ini adalah karena kebijakan menaikan harga BBM (bukan kebijakan yang populer), dan hal ini akan berdampak pada sebuah kondisi dimana rakyat mulai merasakan lebih susah dari kedaan susah karena “pasar” tidak terkendali dan belum bisa dikendalikan oleh pemerintah ketika kenaikan harga BBM naik.

Sebuah kebijakan “mulia” ketika SBY dan JK rela mengorbankan popularitas mereka demi menyelamatkan perekonomian negara. Hal tersebut terungkap ketika Wakil Presiden memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden. Kebijakan SBY dan JK, perlu kita apresiasikan dan kita sambut positif. Hal menjadi pemegang sebuah kebijakan publik memang berat. Dan ketika diberikan sebuah tanggung jawab maka bertemu benturan walaupun untuk menyelamatkan orang banyak (perekonomian negara).

Memang bila telaah masa lalu, kita dimanja oleh subsidi dan sebagian besar yang merasakan subsidi ialah orang berada dengan kemewahan. Penyelamatan perekonomian dilakukan ketika rakyat berteriak-teriak akan sebuah keadilan,dan pada sebuah kondisi dramatis yang harus diambil bagi seorang penentu kebijakan.

Tentu hal ini bukanlah hal terakhir bagi bangsa ini, ketika BBM naik lagi. Dan satu poin terakhir adalah cari solusi “terbaik” bagi bangsa dan negara, baik dari negarawan maupun rakyat. Solidaritas mencari solusi terbaik ialah kunci pastinya. Maksud dari solidaritas untuk mencari solusi terbaik ialah kita bersatu untuk bersama-sama agar dapat memecahkan sebuah permasalahan yang pada akhirnya mengkerucut pada sebuah solusi terbaik bagi bangsa dan negara. Seperti apa itu, mari bersama-sama membangun bangsa ini, dengan menyumbangkan pemikiran, sesuai kulur bagsa ini menyelesaikan masalah dengan jalan musyawarah mufakat. Bukan mengkritisi tetapi tidak memberikan solusi.



[1] Toto Sugiarto, Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat PPI Kota Bogor, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pakuan.

[2] Lihat, Pidato Kenegaraan Presden Republik Indonesia di depan rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat republik Indonesia, Jakarta 16 Agustus 2007.

AKSI SOSIALISASI INDONESIA KUAT

PURNA PASKIBRAKA INDONESIA

PENGURUS KOTA BOGOR

BIDANG PENGABDIAN MASYARAKAT


Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor sudah tentu memiliki potensi generasi muda yang cemerlang dan memiliki potensi kreatifitas yang dapat membuat suatu perubahan kecil. Berakaitan dengan 100 tahun kebangkitan nasional yang diperingati pada tanggal 20 mei 2008 ini, sudah selayaknya dan sepatutnya sebagai generasi muda dapat membuat suatu pergerakan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Bukannya orang yang hari ini sama dengan hari kemarin tergolong manusia merugi, manusia yang lebih buruk dari hari kemarin termasuk orang yang celaka, dan orang yang lebih baik dari hari kemarin tentu mereka termasuk orang yang beruntung. Hal itu yang memotivasi Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor untuk berbuat kearah lebih baik. Baik dengan cara sederhana sekalipun akan membawa manfaat besar nantinya.

Banyak hal yang dapat kita lakukan dalam memperingati 100 tahun kebangkitan nasional. Dahulu para pendahulu berjuang bagi bangsa dan negara, tak pernah berubah hingga yang akan kita lakukan sekarang. Kita lakukan sekarang ialah demi bangsa dan negara serta bagi masyarakat Indonesia pada khususnya.

Sejalan dengan program pemerintah, seperti yang diungkapkan Presiden Republik Indonesia “Pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap masalah lingkungan hidup terutama pergantian iklim yang menyebabkan pemanasan bumi” serta “Pemerintah terus meningkatkan efektifitas program penangulangan kemiskinan sekaligus mempercepat pencapaian Milineum Development Goals (MDGs), termasuk memutus rantai kemiskinan, dengan pembukaan akses terhadap pekerjaan, pendidikan dan kesehatan” dalam pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia di depan Dewan Perwakilan Rakyat 16 Agustus 2007. Maka Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor memiliki rencana kegiatan yang dengan dukungan dari berbagai pihak akan kita laksanakan, antara lain ialah berjalan kaki untuk membersihkan sampah disepanjang jalan yang dilalui, dan melakukan pendekatan dengan masyarakat untuk merangkul saudara kita yang kurang mampu untuk dapat menimba ilmu dalam program pemberantasan buta huruf dan membuka cakrawala dunia melalui membaca bagi masyarakat (never ending learning).

Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor mencari solusi dan melaksanakan yang terbaik bagi bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia. Dukung dan mari bersama-sama kita bangkitkan semangat kita semua dalam semangat kebangkitan nasional. Hidup akan lebih berarti bila kita semua memiliki makna akan hakekat kehidupan yang hakiki.

PROGRAM

Program-program Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor, kedepan ialah

q ASIK (Aksi Sosilisasi Indonesia Kuat) dengan Berjalan kaki (bergerak) untuk membersihkan sampah di sepanjang jalan di Kota Bogor.

q NEL (never ending learning) dilakukan dengan pemberantasan buta aksara, dan memasyarakatkan membaca.

PENJABARAN ASIK

Penjabaran dari kegiatan berjalan kaki untuk membersihkan sampah di sepanjang jalan di Kota Bogor ialah dalam rangka memasyarakatkan olah raga di kalangan masyarakat Kota Bogor dengan melakukan aktivitas gerak yaitu dengan berjalan kaki. Menurut dr. H. Nuriswan Rasul SpKO dalam Hubungan gerak (aktivitas fisik), latihan fisik (olahraga) dengan kesehatan dan produktivitas – advokasi untuk pembentukan (Pusat Pelayanan Kesehatan Olahraga Masyarakat Kota Bogor), “Manusia merupakan mahluk yang dirancang atau diciptakan untuk bergerak”. Hal itu yang mendasari untuk melakukan sosialisasi dengan menujukan secara langsung kepada masyarakat Kota Bogor untuk mulai kembali memasyrakatkan olahraga dengan berjalan kaki, yang dalam hal ini tidak hanya melalukan aktivitas gerak saja akan tetapi kita lakukan ialah memasyarakatkan warga Kota Bogor untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat dengan membuang sampah pada tempatnya. Dalam berjalan kaki dengan memberi pertujukan secara nyta yang dilakuakn Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor untuk bergerak menuju kesehatan dan kebersihan. Dalam kegiatan ini banyak hal makna dan manfaat yang didapat. Kegiatan ini diberi nama ASIK (Aksi Sosialisasi Indonesia Kuat). Dengan harapan melalui Kota Bogor ini aksi secara langsung (sosialisasi) melalui masyarakat yang sehat dan lingkungan yang bersih maka bangsa dan negara ini akan Kuat (Indonesia akan memiliki rakyat yang kuat) .

Skema dalam melakuakan Aksi Sosialisasi Indonesia Kuat (Aksi) ialah dengan berkumpul di halaman GOR Padjajaran Kota Bogor, lalu berjalan di sepanjang jalan kesehatan menuju arah (air mancur), menuju kearah Istana Bogor, lalu melalui depan Balaikota Bogor, setelah itu menyusuri jalan ke arah Bogor pintu utama Kebun Raya Bogor, menuju Tugu Kujang, dan selesai di Lapangan Sempur.

PENJABARAN NEL

Never Ending Learing ialah suatu prinsip yang dipegang oleh Presiden SBY dalam hidupnya. Memang benar adanya seorang manusia itu tiada kata berakhir untuk belajar dalam artian luas. Setiap hari kita jumpai ialah pembelajaran dan mempelajari apa yang ada dalam keseharian kita di berbagai aspek bidang kehidupan. Hal belajar ini entah dari dunia akademis atau pembelajaran hidup dalam kuliah di University of Life menurut Kang Tito, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor 2008-2012. manusi sudah diberi sebuah otak yang memiliki kempuan luar biasa apabila terus kita asah. Tidak semua manusia memiliki kesempatan baik untuk mendapatkan ilmu berharga dari dunia akademis secara formal. Akan tetapi kesempatan mereka tidak hilang sejalan dengan kesempatan mendapkan ilmu di dunia akademis formal, maka sudah menjadi tugas kita untuk membantu memberikan kesempatan bagi saudara yang kurang beruntung untuk dapat mendapatkan ilmu. Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor dengan dukungan berbagai pihak akan melakukan aksi Never Ending Learning dengan membantu pemerintah dalam pemebrantasan buta aksara dam memansyarakatkan membaca, karena membaca adalah gerbang dunia, inilah cakrawala dunia yang mengantarkan manusia dapat menjadi luar biasa.

Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor kini telah melakukan kegiatan pengumpulan buku bacaan di kalangan Kelurga Besar Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor. Sejalan dengan itu maka kegiatan NEL ini dapat memotivasi semua kalangan untuk bersama membantu pemerintah yang menurut Ibu Ani Yudoyono “buta aksara hanya tinggal 8,6 % di seluruh Indonesia”.

Pelaksanaan pertama ialah tahap mengumpulkan saudara-saudara kita (peserta didik) yang sampai saat ini belum dapat membaca dan menulis. Tahap kedua ialah melakukan pengajaran dan pemberian buku bacaan, tahap ketiga ialah evaluasi tentang program NEL ini. Tempat pelaksaan ialah bertempat di Sekertariat Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor (Jl. Pemuda GOR Padajajaran N0.4 Kota Bogor). Dengan pengajar dari Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor ialah Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat Kota Bogor dibantu pihak lain (Anggota Purna Paskibraka Indonesia Kota Bogor atau Masyarakat baik dari kalangan akademis maupun masyarakat luas lainnya yang berkompeten di dalam kegiatan ini) .

Karakter

Karakter = pembentukan